Bagi Anda yang membutuhkan konsultasi mengenai permasalahan sekaligus pemecahan permasalahan keluarga Anda, silakan hubungi kami melalui :

Call / WA : 0812-73-025-73 atau

e-mail kami : zakkyrahman@gmail.com

Kepuasan Anda adalah prioritas kami.

Salam Sukses dan Bahagia Selalu.

5 TAHAP KEDUKAAN

Menurut Kubler Ross ada 5 tahap kedukaan :

  1. Penyangkalan (Denial)
  2. Kemarahan (Anger)
  3. Penawaran (Bargaining)
  4. Depresi (Depression)
  5. Penerimaan (Acceptance)

Ketika terjadi suatu peristiwa tak mengenakkan (misalnya musibah yang melanda seseorang). Biasanya pertama kali yang dilakukan adalah penyangkalan. Misalnya seseorang terserang penyakit Kanker stadium IV. Ia menyangkal bahwa ia terkena penyakit seganas itu. dalam penyangkalannya, ia mencari beberapa pembanding. Ia mengecek dirinya ke beberapa dokter. Dan…ternyata hasilnya sama.

Berikutnya setelah menerima kenyataan pahit bahwa ia terkena sakit Kanker, yang terjadi berikutnya adalah kemarahan. Ia marah kepada dirinya, kepada orang di sekitarnya, kepada lingkungannya. Kenapa penyakit seganas itu menimpa dirinya.

Dalam kemarahannya ia melakukan penawaran…”Andai dulu aku…”, “Andai dulu aku tak…, maka aku akan…”. Namun Penawaran tersebut tak kunjung membawa perubahan. Maka yang terjadi berikutnya adalah Depresi. Tingkat Depresi tergantung berapa berat beban hidup / kedukaan yang menimpanya. Bisa depresi ringan bahkan berat.

Namun pada akhirnya setelah sekian waktu, ia akhirnya menyerah dan Ridho atas apa yang telah menimpa dirinya.

Nah…jika Anda memahami proses ini, maka sesungguhnya kenapa tidak Anda bypass saja jalannya. Setiap ada kedukaan langsung bypass kepada menerima (Acceptance). Jadi waktu Anda tidak terbuang dengan percuma untuk melalui langkah 1 s/d 4.

Mari…ridho atas segala ketetapannya dan kembali bersemangat dengan penuh harapan (Hope).

MEMILIH BAHAGIA DENGAN MENERIMA

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali peristiwa yang kita alami. Kadang ada yang menyenangkan, menyedihkan, menyusahkan, menakutkan, dsb. Jika peristiwa menyenangkan yang terjadi tentu tidaklah masalah. Namun adakalanya peristiwa menyedihkan, menyusahkan, menakutkan yang menghampiri.

Nah…, apa yang akan dilakukan jika hadir peristiwa menyedihkan, menyusahkan atau menakutkan ? Saya istilahkan dengan kedukaan. Ternyata banyak orang memendam perasaan tersebut, sehingga mengganggu kejiwaannya dan mengganggu kinerjanya.

Jika permasalahannya sudah sangat diketahui dan diidentifikasikan, tentu semestinya lebih mudah buat menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun ternyata banyak orang yang lama sekali keluar dari permasalahannya.

Menurut Kubler Ross, tahap kedukaan ada 5 fase, yaitu :

1. Penyangkalan (denial)

2. Kemarahan (anger)

3. Penawaran (bargain)

4. Depresi (depression)

5. Penerimaan (Acceptance)

Fase pertama : Penyangkalan (denial)

Ketika terjadi suatu peristiwa kedukaan, yang dilakukan pertama kali oleh orang yang mengalami kedukaan adalah penyangkalan dari peristiwa yang baru saja dialami. Misalnya saja, seseorang divonis dokter mengidap kanker stadium empat. Karena ia tidak menerima hal tersebut, maka yang pertama kali ia lakukan adalah melakukan penolakan. “Ah, gak mungkin aku Kanker ! Mungkin salah diagnosa !“, celoteh hatinya. Akhirnya demi penyangkalan tersebut, ia mencari Dokter yang lainnya sebagai second opinion. Demikian seterusnya ke dokter tiga, empat dan seterusnya. Hasilnya sama, yaitu Kanker. yang terjadi berikutnya adalah kemarahan (Anger).

Fase kedua : Marah (Anger)

Kemarahan kerap terjadi setelah melakukan penolakan terhadap peristiwa kedukaan yang dialami dan ternyata peristiwa tersebut benar adanya. Ia bisa marah pada diri sendiri, bahkan pada orang lain di sekitarnya. Hal ini membuat dirinya semakin tertekan. Akhirnya ia pun melakukan penawaran.

Fase ketiga : Penawaran (Bargain)

Penawaran yang dilakukan adalah sebagai salah satu tanda penyesalan darinya. Kalimat yang sering muncul adalah,” Andai saja aku…” misalnya : “Andai saja aku dulu makan berhati-hati…”, ” Andai saja aku dulu makan dengan yang selalu higienis”, “Andai saja aku tahu sejak dini sebelumnya”, dan kalimat yang semisalnya.

Fase keempat : Depresi (Depression)

Setelah melakukan penawaran pada dirinya, jika masih belum tuntas juga yang terjadi adalah Depresi. Saat depresi inilah orang mengalami gangguan / guncangan kejiwaannya. Hal ini akan mengakibatkan diri seseorang menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Sampai pada tahap yang terakhir ketika tidak ada solusi lain dan hanya satu solusinya, yaitu menerima.

Fase kelima : Penerimaan (Acceptance)

Fase paling akhir adalah melakukan penerimaan. Dengan kata lain, menerima apa yang terjadi pada dirinya dengan ikhlas. Jika sudah menerima semuanya, baru timbullah kebahagiaan kembali. Nah, masalahnya orang kadang melalui Proses 1 sampai 5 dalam waktu yang tidak sama. ada yang memerlukan waktu yang panjang, bahkan ada yang pendek.

Namun jika kita sudah mengetahui hal ini sekarang, bahwa nantinya pasti diakhir proses kedukaan setiap insan akan melakukan penerimaan (Acceptance) untuk kembali bahagia, maka kenapa tidak dibypass saja dari 1 langsung ke 5 agar kebahagiaan itu segera kembali. Artinya, setiap kali terjadi proses kedukaan, maka ikhlaskanlah bahwa ini harus terjadi dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Maka kita akan legowo menerima semua kehendak-Nya (takdir).

Tabik,

H. R. Zakky Rahman, SE.CHt, CI.

001/RZR/I/2019

Pemerhati Kebahagiaan.