MEMILIH BAHAGIA DENGAN MENERIMA

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali peristiwa yang kita alami. Kadang ada yang menyenangkan, menyedihkan, menyusahkan, menakutkan, dsb. Jika peristiwa menyenangkan yang terjadi tentu tidaklah masalah. Namun adakalanya peristiwa menyedihkan, menyusahkan, menakutkan yang menghampiri.

Nah…, apa yang akan dilakukan jika hadir peristiwa menyedihkan, menyusahkan atau menakutkan ? Saya istilahkan dengan kedukaan. Ternyata banyak orang memendam perasaan tersebut, sehingga mengganggu kejiwaannya dan mengganggu kinerjanya.

Jika permasalahannya sudah sangat diketahui dan diidentifikasikan, tentu semestinya lebih mudah buat menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun ternyata banyak orang yang lama sekali keluar dari permasalahannya.

Menurut Kubler Ross, tahap kedukaan ada 5 fase, yaitu :

1. Penyangkalan (denial)

2. Kemarahan (anger)

3. Penawaran (bargain)

4. Depresi (depression)

5. Penerimaan (Acceptance)

Fase pertama : Penyangkalan (denial)

Ketika terjadi suatu peristiwa kedukaan, yang dilakukan pertama kali oleh orang yang mengalami kedukaan adalah penyangkalan dari peristiwa yang baru saja dialami. Misalnya saja, seseorang divonis dokter mengidap kanker stadium empat. Karena ia tidak menerima hal tersebut, maka yang pertama kali ia lakukan adalah melakukan penolakan. “Ah, gak mungkin aku Kanker ! Mungkin salah diagnosa !“, celoteh hatinya. Akhirnya demi penyangkalan tersebut, ia mencari Dokter yang lainnya sebagai second opinion. Demikian seterusnya ke dokter tiga, empat dan seterusnya. Hasilnya sama, yaitu Kanker. yang terjadi berikutnya adalah kemarahan (Anger).

Fase kedua : Marah (Anger)

Kemarahan kerap terjadi setelah melakukan penolakan terhadap peristiwa kedukaan yang dialami dan ternyata peristiwa tersebut benar adanya. Ia bisa marah pada diri sendiri, bahkan pada orang lain di sekitarnya. Hal ini membuat dirinya semakin tertekan. Akhirnya ia pun melakukan penawaran.

Fase ketiga : Penawaran (Bargain)

Penawaran yang dilakukan adalah sebagai salah satu tanda penyesalan darinya. Kalimat yang sering muncul adalah,” Andai saja aku…” misalnya : “Andai saja aku dulu makan berhati-hati…”, ” Andai saja aku dulu makan dengan yang selalu higienis”, “Andai saja aku tahu sejak dini sebelumnya”, dan kalimat yang semisalnya.

Fase keempat : Depresi (Depression)

Setelah melakukan penawaran pada dirinya, jika masih belum tuntas juga yang terjadi adalah Depresi. Saat depresi inilah orang mengalami gangguan / guncangan kejiwaannya. Hal ini akan mengakibatkan diri seseorang menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Sampai pada tahap yang terakhir ketika tidak ada solusi lain dan hanya satu solusinya, yaitu menerima.

Fase kelima : Penerimaan (Acceptance)

Fase paling akhir adalah melakukan penerimaan. Dengan kata lain, menerima apa yang terjadi pada dirinya dengan ikhlas. Jika sudah menerima semuanya, baru timbullah kebahagiaan kembali. Nah, masalahnya orang kadang melalui Proses 1 sampai 5 dalam waktu yang tidak sama. ada yang memerlukan waktu yang panjang, bahkan ada yang pendek.

Namun jika kita sudah mengetahui hal ini sekarang, bahwa nantinya pasti diakhir proses kedukaan setiap insan akan melakukan penerimaan (Acceptance) untuk kembali bahagia, maka kenapa tidak dibypass saja dari 1 langsung ke 5 agar kebahagiaan itu segera kembali. Artinya, setiap kali terjadi proses kedukaan, maka ikhlaskanlah bahwa ini harus terjadi dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Maka kita akan legowo menerima semua kehendak-Nya (takdir).

Tabik,

H. R. Zakky Rahman, SE.CHt, CI.

001/RZR/I/2019

Pemerhati Kebahagiaan.